Rabu, 05 Juli 2017

STANDARISASI PENYELENGGARAAN PELATIHAN


Standar 1. Organisasi dan Administrasi
Organisasi dan administrasi unit penyelenggara pelatihan konsisten dengan filosofi, tujuan, sasaran lembaga dan selaras dengan standar pendidikan keperawatan, praktik keperawatan dan pendidikan berkelanjutan perawat oleh Organisasi Profesi (PPNI)

RasionalKeselarasan filosofi, tujuan dan sasaran lembaga   akan memfasilitasi keberhasilan program pelatihan.Lembaga yang memenuhi standar organisasi dan administrasi layak mendapatkan kewenangan dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan berkelanjutan.

Kriteria Struktur:Unit penyelenggara pelatihan keperawatan mempunyai organisasi dan sistem administrasi yang jelas sehingga dapat berfungsi sebagai suatu sistem yang  bertanggungjawab dan akuntabel

Kriteria Proses:Unit penyelenggara pelatihan keperawatan:
1.    Mempertahankan dan memperbaharui filosofi, tujuan dan sasaran secara tertulis yang senantiasa selaras dengan standar praktik keperawatan, pendidikan dan pendidikan berkelanjutan PPNI.
2.    Menggambarkan garis kewenangan dan komunikasi dalam organisasi yang tertuang dalam struktur organisasi.
3.    Menjabarkan kualifikasi minimal, kewenangan, akuntabilitas, dan tanggungjawab pimpinan dan staf yang secara jelas tertuang pada uraian jabatan
4.    Mengalokasikan anggaran untuk mencapai tujuan unit penyelenggara
5.    Menetapkan kebijakan dan prosedur untuk memfasilitasi operasional unit penyelenggara pendidikan berkelanjutan.

Kriteria Hasil:1.    Struktur organisasi menunjukkan garis kewenangan dan komunikasi dalam organisasi
2.    Uraian jabatan menggambarkan kualifikasi minimal, kewenangan, akuntabilitas dan tanggungjawab sbb:
a.    Pimpinan yang bertanggungjawab terhadap unit penyelenggara.
b.    Fasilitator
c.    Staf pendukung.
3.    Rancangan anggaran yang mendukung pencapaian sasaran unit penyelenggara.
4.    Dokumentasi verifikasi program pendidikan yang konsisten dengan filosofi, tujuan dan sasaran organisasi serta selaras dengan visi dan misi PPNI.
5.    Kebijakan dan prosedur tertulis yang menuntun operasional unit penyelenggara pelatihan.

Standar 2: Sumber Daya ManusiaPimpinan lembaga, penanggung jawab program,fasilitator, nara sumber, dan staf pendukung yang memenuhi persyaratan kualifikasi terlibat dalam pencapaian tujuan penyelenggaraan pelatihan.

RasionalPimpinan lembaga, penanggung jawab program, fasilitator, nara sumber, dan staf pendukung memegang peranan penting dalam penyelenggaraan pelatihan. Kualifikasi mereka menjadi dasar keberhasilan implementasi kurikulum pelatihan

Kriteria Struktur1.    Orang yang bertanggung jawab langsung terhadap unit penyelenggara pelatihan  adalah seseorang yang mempunyai kepedulian terhadap pengembangan perawat dan keperawatan
2.    Orang yang bertanggung jawab terhadap program pelatihan adalah seorang perawat dengan pendidikan minimal  SKp / Ners yang tersertifikasi sesuai dengan bidang keahliannya
3.    Kriteria seleksi pimpinan lembaga, penanggung jawab program,fasilitator, nara sumber dan staf pendukung ditetapkan.

Kriteria Proses1.    Penanggung jawab program dan fasilitator:
a.    Memenuhi kwalifikasi yang dipersyaratkan
b.    Terlibat dalam evaluasi diri
c.    Mengikuti pengembangan professional sepanjang mengikuti pendidikan dan meningkatkan pengalaman
d.    Mengintegrasikan kosep pendidikan berkelanjutan dan prinsip pembelajaran pada orang dewasa dalam pembelajaran
e.    Berkolaborasi dengan perawat professional lain dan anggota disiplin kesehatan lain untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran linatih.
f.    Menunjukkan kepakaran dalam isi penugasan pengajaran.
g.    Menunjukkan kompetensi dalam isi pengajaran yang ditugaskan.
h.    Berperanserta dalam perencanaan, implementasi, dan evaluasi kegiatan pelatihan.
2.    Nara sumber dipilih untuk memenuhi tujuan spesifik unit penyelenggara pelatihan.
3.    Staf pendukung melaksanakan tugas yang mendukung pencapaian tujuan unit penyelenggara.

Kriteria Hasil:1.    Pimpinan lembaga,penanggung jawab program,fasilitator, nara sumber, dan staf pendukung memenuhi kriteria yang telah ditetapkan untuk menduduki jabatan mereka.
2.    Data menunjukkan bahwa pimpinan lembaga,penanggung jawab program,fasilitator, nara sumber, dan staf pendukung secara aktif terlibat dalam mencapai tujuan unit penyelenggara pelatihan.
3.    Dokumentasi mendukung bahwa pimpinan lembaga,penanggung jawab program,fasilitator dan staf pendukung telah memenuhi semua kriteria proses sesuai standar.
4.    Staf pendukung mengkontribusi pada pencapaian tujuan unit penyelenggara:
a.    Tugas dilaksanakan sesuai dengan deskripsi/uraian jabatan.
b.    Persentase waktu yang digunakan sesuai dengan tujuan unit penyelenggara.

Standar 3: Peserta pelatihanPerawat terdaftar (memiliki STR) sebagai peserta pelatihan berpartisipasi dalam mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran mereka dan merencanakan kegiatan pendidikan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Rasional:Seorang perawat dinyatakan professional dan pembelajar yang self-directed  yaitu jika ia mampu mengidentifikasi kebutuhan dan merencanakan cara untuk memenuhinya.

Kriteria Struktur:Terdapat suatu mekanisme yang memungkinkan bagi peserta untuk memberikan masukan dalam perencanaan kegiatan pelatihan.

Kriteria Proses:Peserta:
1.    Berperanserta dalam proses pengkajian untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran.
2.    Berperanserta dalam perencanaan kegiatan pelatihan.
3.    Berperanserta dalam mengevaluasi kegiatan pelatihan.
4.    Merekomendasi revisi kegiatan pelatihan yang telah direncanakan.

Kriteria Hasil:1.    Kebutuhan pendidikan yang teridentifikasi oleh peserta dicatat.
2.    Rencana program pelatihan merefleksikan masukan dari peserta
3.    Laporan evaluasi mengintegrasikan pengkajian kegiatan pelatihan peserta.
4.    Apabila diperlukan, kegiatan pelatihan direvisi sesuai rekomendasi dari peserta.

Standar 4: Rancangan Program PelatihanRancangan pelatihan untuk tiap program terdiri dari pengalaman merencanakan, mengorganisasi dan mengevaluasi pengalaman belajar berdasarkan prinsip pembelajaran pada orang dewasa.

Rasional:Asumsi bahwa orang dewasa sebagai peserta pelatihan berimplikasi pada rancangan pelatihan.

Kriteria Struktur:
Rancangan pelatihan berdasarkan prinsip pembelajaran pada orang dewasa diterapkan.

Kriteria Proses
Melalui rancangan pelatihan, penyelenggara:
1.    mengkaji kebutuhan pembelajaran peserta
2.    merencanakan kegiatan pelatihan yang merefleksikan kebutuhan yang teridentifikasi dari populasi sasaran
3.    menyatakan tujuan perilaku untuk tiap program pelatihan
4.    memilih isi tiap program pelatihan dalam hubungannya dengan tujuan
5.    menghubungkan isi dengan pengetahuan keperawatan atau praktik keperawatan
6.    memilih metode pembelajaran untuk tiap program pelatihan dalam hubungannya dengan tujuan, isi, dan prinsip pembelajaran pada orang dewasa.
7.    memastikan ketersediaan sumber yang memadai, termasuk fasilitator yang memenuhi persyaratan kualifikasi, mengimplementasikan tiap program pelatihan.
8.    menyusun strategi evaluasi untuk tiap program pelatihan yang berhubungan dengan tujuan dan prinsip pembelajaran pada orang dewasa.

Kriteria Hasil:1.    Rancangan pembelajaran mengimplementasikan prinsip pembelajaran pada orang dewasa:
a.    peserta dilibatkan dalam mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran
b.    Isi relevan dengan kebutuhan yang diidentifikasi
c.    Strategi pengajaran melibatkan pengalaman peserta
d.    Peserta berperanserta dalam proses evaluasi
2.    Rancangan untuk tiap program pelatihan meliputi : Judul Pelatihan, Latar Belakang, Filosofi Pelatihan, Peran dan Fungsi, Kompetensi, tujuan pelatihan,Peserta, Tim Pelatih, Struktur Program,Proses pembelajaran,Rancang Bangun Program Pembelajaran, Evaluasi dan Sertifikasi..

Standar 5: Sumber Materi/bahan dan FasilitasSumber materi/bahan dan fasilitas memadai untuk mencapai tujuan dan mengimplementasikan fungsi unit penyelenggara pelatihan secara menyeluruh.

RasionalSumber materi/bahan dan fasilitas yang memadai penting untuk mencapai tujuan unit penyelenggara dan meningkatkan mutu kurikulum pelatihan.

Kriteria Struktur:1.    Ruang kantor tersedia untuk pimpinan lembaga, penanggung jawab program,fasilitator, dan staf pendukung unit penyelenggara.
2.    Ruang penyimpanan untuk bahan, peralatan, dan catatan unit penyelenggara tersedia dan terjangkau.
3.    Fasilitas fisik dan sumber materi/bahan untuk tiap program pelatihan kondusif/mendukung proses pembelajaran.

Kriteria Proses:Unit Penyelenggara:
1.    mengidentifikasi kebutuhan sumber materi/bahan dan fasilitas untuk mencapai tujuan unit penyelenggara dan mengimplementasikan kurikulum pelatihan.
2.    memelihara ruang, materi/bahan dan peralatan secara adekuat untuk menjaga/mempertahankan catatan dan pelayanan pendukung.
3.    menggunakan anggaran yang dialokasikan secara memadai untuk perencanaan, implementasi, dan evaluasi program pelatihan
4.    memilih fasilitas fisik yang mengakomodasi berbagai metode pembelajaran, memberikan lingkungan yang nyaman, dan memungkinkan aksesibilitas pada  peserta.

Kriteria Hasil:1.    Menelaah dokumen secara berkala tentang ruang, materi/bahan, dan peralatan yang diperlukan untuk implementasi pencapaian tujuan unit penyelenggara dan kurikulum pelatihan.
2.    Anggaran mencerminkan dana yang memadai untuk merencanakan, mengimplementasikan dan mengevaluasi program pelatihan, tersedia.
3.    Peserta pendidikan mendokumentasikan sumber materi/bahan dan fasilitas yang sesuai dengan isi tiap program serta kondusif untuk pembelajaran.

Standar 6: Catatan dan LaporanPenyelenggara pelatihan menjaga dan mempertahankan penyimpanan catatan dan sistem pelaporan.

Rasional:Pemeliharaan catatan dan sistem pelaporan memberikan data untuk memvalidasi program pelatihan, penggunaan anggaran, identifikasi kebutuhan pendidikan, data untuk riset dan evaluasi, serta peran serta individu.

Kriteria Struktur:Terdapat sistem yang memungkinkan penyelenggara untuk mengumpulkan, mencatat dan melacak data untuk tiap program.

Kriteria Proses:Unit Penyelenggara:
1.    Mempertahankan kerahasiaan catatan pelatihan
2.    Memelihara suatu sistem pelacakan catatan yang berlangsung untuk tiap program dan tiap peserta dengan jumlah jam kontak yang dihargai.
3.    Memelihara catatan untuk jangka waktu yang sesuai dengan kebutuhan professional peserta dan sesuai dengan kebijakan unit penyelenggara.

Kriteria Hasil:1.    Catatan program yang dapat dengan mudah ditelusuri.
2.    Catatan peserta dengan jumlah jam yang dihargai dapat ditelusuri dan terjaga kerahasiaannya.
3.    Catatan hanya bisa diakses oleh individu yang berwenang.
4.    Penggunaan catatan dan laporan terlihat di unit penyelenggara dan perencanaan kurikulum.

Standar 7: EvaluasiEvaluasi merupakan proses penjaminan mutu yang terintegrasi, terus menerus dan sistematis. Evaluasi meliputi  pengukuran dampak terhadap peserta, dan jika memungkinkan, dampak terhadap organisasi dan pelayanan kesehatan.

Rasional:Tujuan  utama evaluasi adalah untuk memperoleh data deskriptif yang memungkinkan penyelenggara untuk menguraikan status unit penyelenggara dan tiap program yang dijalankan, untuk menetapkan tingkat pencapaian tujuan pendidikan, dan membuat keputusan yang dapat menjadi arah untuk melakukan perbaikan/modifikasi.

Kriteria Struktur:Mekanisme evaluasi merupakan upaya penjaminan mutu yang berfungsi:
1.    memantau semua program pelatihan yang berhubungan dengan filosofi, tujuan dan sasaran penyelenggara.
2.    menetapkan keberhasilan individu peserta dalam mencapai perubahan kognitif, afektif dan/atau perilaku, dan jika memungkinkan memberi masukan untuk perubahan organisasi dan pelayanan kesehatan.

Kriteria Proses:Penyelenggara pelatihan:
1.    mengembangkan dan mengimplementasikan rencana evaluasi pada unit penyelenggara dan program berdasarkan standar nasional untuk pelatihan bagi perawat.
2.    memberikan arah pada peserta untuk mengevaluasi pelatihan, yang mencakup komponen sebagai berikut:
a.    fasilitator
b.    tujuan
c.    isi
d.    metode pembelajaran
e.    fasilitas
f.    pelayanan pendukung
g.    pengaruh pembelajaran pada pengetahuan, sikap dan praktik.
3.    memfasilitasi partisipasi fasilitator, nara sumber, dan staf pendukung dalam proses evaluasi.
4.    memfasilitasi penggunaan hasil evaluasi sejawat (peer group) dan evaluasi diri fasilitator
5.    menggunakan data evaluasi secara teratur:
a.    merevisi kebijakan dan prosedur
b.    mengidentifikasi cost-benefit dan cost-effectiveness penyelenggaraan
c.    merancang dan merevisi program pelatihan sehingga relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dan kebutuhan pembelajaran .
6.    membantu dalam mengukur dampak pelatihan dalam pemberian pelayanan kesehatan apabila memungkinkan.
7.    memproses pemberian sertifikat bagi peserta berdasarkan pencapaian kompetensi

Kriteria Hasil:
1.    Adanya rencana evaluasi unit penyelenggara dan program yang berhubungan dengan filosofi, tujuan dan sasaran unit penyelenggara dan standar nasional pelatihan dalam keperawatan.
2.    Data evaluasi digunakan untuk meningkatkan mutu program pelatihan  .
3.    Jika memungkinkan, data evaluasi memberikan evidence tentang integrasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diimplementasikan peserta dalam praktik keperawatan melalui program pelatihan
4.    Jika memungkinkan, data evaluasi memberikan bukti tentang dampak pelatihan yang sudah dilaksanakan peserta terhadap pelayanan kesehatan.
5.    Ada Format usulan pemberian sertifikat dari PPNI bagi peserta yang lulus” 

Selasa, 02 Mei 2017

Etika Jawa dalam Menerima Tamu

Masyarakat kita dikenal sebagai masyarakat yang sangat menghormati orang lain. Dalam menerima kehadiran seseorang para orang tua mengajarkan 5 hal yakni aruh gupuh rengkuh lungguh dan suguh.
  1. Aruh bermakna menyapa. Maksud dari aruh ini adalah membuka diri melalui percakapan agar seseorang yang diajak bicara tidak merasa canggung dan bisa bertukar fikiran secara terbuka. Mari kita lestarikan khazanah budaya agar tetap terjaga sepanjang masa.
  2. Gupuh secara harfiah artinya tergesa gesa atau tergopoh gopoh. Makna yang luas dari gupuh ini adalah perasaan gembira ketika menyambut kehadiran seseorang. Arti lainnya adalah ketika menerima kehadiran seseorang tuan rumah hendaknya bersikap ramah, hangat dan antusias saat menyambut kehadirannya. Seorang tuan rumah harus rela meninggalkan kegiatannya dan harus bisa menekan amarah dalam hatinya. Misalnya berusaha menyembunyikan raut wajah yang tadinya cemberut menjadi lebih berseri-seri atau yang semula berpakaian seadanya menjadi lebih rapi.
  3. Rengkuh berarti dengan lapang dada menerima kehadiran seseorang, meskipun hal itu tidak kita harapkan. Ibarat kata legawa (menerima dengan penuh kesadaran), hal ini wajib dilakukan.
  4. Lungguh berarti mempersilahkan seseorang untuk segera masuk kelingkungan tempat kita untuk segera duduk. Dalam budaya kita, tamu tidak akan duduk sebelum dipersilahkan untuk duduk, istilahnya belum "dimanggakne". Biasanya sambil mempersilahkan duduk tuan rumah memberi sambutan basa-basi sebagai bumbu penyedap agar suasana menjadi lebih gayeng atau semarak misalnya : wah kok masih awet muda saja ataupun njanur gunung (tumben jauh-jauh datang kesini) dan menanyakan kabar, hal semacam ini adalah sebuah pembukaan sehingga seseorang yang datang bisa merasa nyaman sebelum masuk kedalam suasana percakapan yang lebih serius.
  5. Suguh berarti memberi suguhan atau memberikan hidangan. Hidangan ini bisa alakadarnya ataupun hidangan besar. Dalam budaya Suguh ini ada sedikit penekanan bagi tuan rumah untuk berkorban secara financial dengan sedikit “memaksakan diri” demi menghormati seseorang. Bagi seseorang yang sedang berkunjung pun juga harus bisa menyikapi suguh ini, jika belum dipersilahkan mencicipi hidangan maka jangan pernah serta merta mengambil makanan yang disuguhkan, tamu harus sabar menunggu hingga tuan rumah mempersilahkan untuk mencicipi hidangan. Dann tamu pun harus rela untuk sedikit mencicipi hidangan meskipun tidak merasa lapar, semua demi sebuah penghormatan.

Minggu, 12 Februari 2017

TELUSUR KPS

TELUSUR DOKUMEN
KUALIFIKASI DAN PENDIDIKAN STAF (KPS)

Tujuan:
Tujuan dari wawancara ini untuk membahas :
1.      - Proses rekrutmen
2.      - Pengenalan dan evaluasi dari staf rumahsakit
3.     - Membahas proses yang dilakukan rumah sakit untuk menilai kredensia ldari tenaga medis, keperawatan dan tenaga kesehatan profesonal lainnya tentang kemampuan mereka memberikan layanan klinik sesuai dengan kualifikasi mereka.

Lokasi:
Ruang pertemuan kecil  yang  disediakan rumah sakit.

Peserta dari rumah sakit
Dua wawancara akan dilakukan, Masing-masing terpisah dan dilakukan di tempat terpisah.
1.      Surveior medis mengadakan wawancara dengan staf medis,
2.     Surveior perawat dan administrator bergabung mengadakan wawancara dengan staf perawat dan staf lain

Staf rumah sakit yang mungkin akan diwawancarai adalah sebagai berikut :
1. Staf medik
a.      Ketua komite medik atau direktur medik rumah sakit
b.      Anggota komite medik yang terlibat mengumpulkan dan menelaah kredensial
2. Staf keperawatan
a.      Manajer sumber daya manusia
b.      Kepala keperawatan
c.       Anggota staf keperawatan yang terlibat dalam orientasi, pendidikan dan pelatihan tenaga
d.      keperawatan
3. Staf kesehatan  lain
a.      Manajer sumber daya manusia
b.      Yang mewakili kelompok terlibat dalam orientasi, pendidkan dan pelatihan tenaga staf
c.       Professional rumah sakit
4. Staf rumah sakit yang lain
a.      Manajer sumber daya manusia
b.     Yang mewakili kelompok terlibat dalam orientasi, pendidikan dan pelatihan tenaga staf rumah sakit

Undang– Undang Dan Peraturan– Peraturan Yang Menjadi Acuan:
1.   Standar Pendidikan Dokter (KKI. 2006)
2.   Standar Pendidikan Dokter Spesialis (KKI.2006)
3.   Standar Kompetensi Dokter (KKI, 2006)
4.   Peraturan Menteri Kesehatan Ri. Nomer 755/MENKES/PER/IV/2011 Tentang Penyelenggaraan Komite Medik Di Rumah Sakit
5.  PP 10/1966, Wajib Simpan Rahasia Kedokteran. Presiden Republik Indonesia Nomor: 10 Tahun1966 (10/1966) Tanggal: 21 MEI 1966.
6.      Keputusan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 17/Kki/Kep/Viii/2006 Tentang Pedoman Penegakan Disiplin Profesi Kedokteran Konsil Kedokteran Indonesia,

Materi pembahasan

Standar KPS
Dokumen atau Bahan Yang Diperlukan
1. Kebijakan dan prosedur tentang manajemen sumber daya manusia, kredensial staf, orientasi dan pendidikan serta pelatihan staf
2. Contoh (sampel) file kepegawaian rumahsakit dan file kredensial tenaga professional kesehatan
3. Contoh file kredensial tenaga medis.
Surveior akan memberikan instruksi pada hari pertama survei, untuk menyiapkan file apa saja yang harus disiapkan

Bagaimana membuat persiapan

Rumah sakit harus menyiapkan:
1.      Daftar pegawai rumah sakit
2.      Daftar staf medik
Dalam daftar tersebut yang harus memuat
1.      Kualifikasi spesifik dari staf,
2.      Kapan diangkat,
3.      Ditempatkan di mana (contohnya, ners masuk sebagai pegawai tgl…ditempatkan di ICU )
4.      Kredensial
Rumah sakit harus memastikan bahwa semua elemen yang diminta harus ada dan dimuat di file.

Melakukan checking dengan lembar kualifikasi staf medis. Keperawatan dan staf professional lainnya

#kualifikasi_pendidikan_staf
#kps
#KARS_2012